Nah, sesuai postingan
di atas. Kali ini, kita bakal ngebahas tentang scandal. Eits, tapi bukan
scandal yang negatif ni (emang ada scandal yang positif?). Jadi, scandal yang
dimaksud adalah perkumpulan 31 anak yang dipertemukan oleh takdir untuk berjuang
bersama meraih mimpi selama kurang dari 2 tahun.
Dan inilah dia SCANDAL,
Student of third generation accelerate class either an endless family.
Jadi, kisah ini dimulai
pada tanggal 14 Juli 2011 bertempat di sebuah sekolah menengah atas. Satu
diantara sekolah terbaik yang ada di Pontianak. Tidak lain tidak bukan ialah
SMAN 3 Pontianak. Pada saat itu adalah saat membersihkan kelas yang akan kami
tempati. Nah, disitulah kami mulai berkenalan satu sama lain. Walaupun,
diantara kami sudah ada yang mengenal, karena satu sd atau satu smp, bahkan satu
tk :D . Selain kami yang berkenalan, orang tua kami juga saling berkenalan. Waktu
itu keadaannya masih 30 siswa. Harusnya sih 32 siswa. Tapi karena satu dan lain
hal 2 orang yang lain mengundurkan diri.
Setelah tanggal 14
Juli, besoknya pasti tanggal 15 Juli (ya iyalah -_-). Nah, itu adalah saat-saat
kami menjalankan MOS, yaitu masa orientasi siswa. Selama 3 hari dari tanggal
15-18 Juli. Lumayan menguras tenaga. Tapi, mos menjadi salah satu kenangan yang
tak terlupakan. Nah, di hari terakhir sesuai agenda panitia, kami membuat suatu
persembahan untuk sekolah. Yaitu, membuat kerajinan dari permen rela*a. Pada
saat itu, kalo gak salah kami ngebuat tas, sama kotak tissue. Ya, walaupun
hasil kami belum menjadi yang terbaik. Tapi, gak apa. Selain kerajinan, ada
lagi yaitu pensi. Kami menampilkan vocal grup. Pada saat itu kami menyanyikan
lagu mau dibawa kemana dari armada band, dengan diiringi oleh petikan gitar
dari scandalers yang bisa main gitar. Untuk latihannya kami latihan di rumah
ketua kelas, Romi Arkan. Mmmm….. Ketua kelas ya? Kayaknya ada yang kelewatan
untuk diceritakan ni.
Nah, jadi di hari
pertama atau kedua mos (agak lupa) kami disuruh memilih ketua kelas. Pada saat
itu gak ada yang berani mencalonkan diri. Dan akhirnya ada juga sukarelawan
yaitu Romi Arkan, Tarida Bintang, dan Roshinta Indah Sari. Akhirnya setelah
berkampanye, terpilihlah Romi sebagai ketua kelas XCI. Tebe sebagai wakil dan
roshinta sebagai sekretaris. Ada yang kurang nggak? Yap, bendahara. Bendahara
kami Auladina Syafiya. Agak lupa juga sih gimana caranya lala bisa jadi
bendahara. Hehehe…..
Mos selesai, kami mulai
disibukkan oleh aktivitas sekolah. Ya, itu udah jadi konsekuensi kami sebagai
murid SMA. Dijalani aja dengan hati ikhlas. Nah, masa-masa di kelas XCI atau bisaa
disebut juga CI-1 ini bisa dibilang masa adaptasi dari SMP ke SMA. Jadi, ya
masalah pasti ada selama adaptasi ini. Tapi, dengan semangat dan tentunya
bantuan dari guru-guru, terutama wali kelas kami Mam Ade Mirna Humairah kami
ber-30 bisa melaluinya. Eh? Kok 30? Bukannya tadi di atas bilangnya 31 ya? Mmmm….
Tenang. Baca aja terus pasti ngerti deh.
Setelah beberapa bulan
sekolah, mungkin sekitar 3 bulanan lebih gitu. Ada satu murid tambahan yang akhirnya
mengganjilkan jumlah kami (?). Dia tak lain dan tak bukan, sang juara 1 abadi
dari semester 2 Jufinto. Masuk sekitar dua minggu sebelum ulangan umum, tapi
udah bisa menyabet 5 besar. Hebat kagak tu? Karena kami kelas akselerasi, jadi
setiap 4 bulan sekali kami mengadakan ulum. Jadi kalo dihitung-hitung dan
dikira-kira, Jufin itu masuk sekitar bulan oktober.
Masuk ke semester 2.
Ya, seperti hari-hari sebelumnya. Tidak terlalu banyak perbedaan. Eits,, tapi
dipenghujung tahun ada suatu cerita seru loh. Tapi kayaknya gak baik untuk
dibagikan ke halayak ramai. Cukup untuk konsumsi pribadi aja. Kepo ya? Biarin
:p
Semester 3. Sama aja.
Gak ada bedanya. Satu yang special dari semester 3 ini, kami ditugaskan untuk
membuat film kelas, sebagai tugas bahasa inggris. Tema filmnya itu tentang horror
romance. Jadi ceritanya, ada sesosok hantu yang mencintai seorang anak manusia.
Kurang lebihnya seperti itu.
Nah, semester 4 (Juli
2012). Setelah tahun ajaran baru dan kami juga udah menjadi kakak kelas,
sekarang kami berada di kelas CI-2. Wali kelas kami sekarang adalah Mam Uray Irma Suryani. Di semester 4 ini lah nama SCANDAL mulai
tercetus. Jadi, sebenarnya scandal ini adalah nama ketiga. Sebelum pertamanya
Ahmad Yani, nama yang diberikan panitia MOS, yang dipakai selama MOS. Yang
kedua adalah OASIS, nama ini sebenarnya belum menjadi nama resmi. Selama
mencari-cari nama ya nama ini yang digunakan. Nah, kemudian Scandal.
Di semester 4 ini
terjadi pergantian ketua dan wakil ketua kelas. Untuk sekertaris dan bendahara
tetap dong ya. Jadi, ketua Scandal ialah Alby Arief Dardari dengan didampingi
oleh Fariz Renaldy Sudrajat sebagi wakil.
Semester 5. Sama aja. Gak
ada bedanya. Palingan karena udah mau mendekati UAN jadi para scandalers
mempersiapkan diri untuk UAN.
Semester 6. Waktu
penentuan ini lah banyak hal-hal yang tak terduga. Ya selain UAN yang
menggunakan system baru. Tapi, ada yang lain yaitu perpisahan. Walaupun belum
memiliki amplop yang menyatakan kami lulus. Tapi di sinilah benar-benar terasa
kekeluargaan yang telah kami jalin selama 2 tahun ini. Arti persahabatan yang
mungkin selama 2 tahun ini, terabaikan. Sungguh luar bisaa.
Nah, cukup sekian
cerita tentang scandal nya. Dilanjutkan lagi nanti ya…..
~SCANDAL~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar