Selasa, 22 April 2014

Wanita dan Kehidupannya

Wanita
Sang Tonggak Negara
Yang menjadi tempat bernaung manusia
Maha karya sang Maha Kuasa

Wanita
Bak pisau bermata dua
Kasihnya mampu mengalahkan lembutnya sutra
Namun amarahnya lebih berbahaya dari bisa

Wanita
Kehormatannya adalah kecantikan yang luar biasa
Kelembutannya adalah senjata yang berbahaya
Tindakannya adalah kesempurnaan cinta

Wanita
Hanya satu kata sederhana
Mempunyai makna yang istimewa

~~~

Selamat hari Emansipasi Wanita untuk seluruh wanita khususnya yang ada di Indonesia. Telat memang, tapi bukankah emansipasi wanita tidak hanya ada pada tanggal 21 April? Tidak salah jika kita merayakannya setiap hari kan? 21 April itu adalah kelahiran dari R.A. Kartini dan bagiku emansipasi wanita selalu lahir setiap harinya.

Berbicara mengenai wanita tentu tidak akan ada habisnya. Makhluk Tuhan yang satu ini mempunyai banyak cerita di balik kemisteriusannya. Sosok yang satu ini tak mudah ditebak. Apa yang ia rasakan, apa yang ia derita, apa yang ia alami, itu semua merupakan bagian tak terpisah dari sifatnya yang misterius. Sosok yang mampu menyembunyikan perasaan di balik sejuta ekspresi yang dimilikinya. Mereka bukannya berbohong apalagi bersandiwara. Tapi itulah mereka dengan sifatnya yang alamiah.

Di zaman yang modern ini agaknya emansipasi memang sudah dijunjung tinggi di dunia. Terlihat dari pekerjaan-pekerjaan yang sedianya dikerjakan oleh para lelaki, namun sekarang wanita pun sudah mulai dipercaya untuk melakukannya. Di luar sana banyak wanita karir yang sukses. Bahkan mungkin bisa lebih sukses daripada laki-laki.

Banyak sosok wanita hebat dan tangguh di dunia ini. Dan untuk mencari sosok wanita tangguh itu kalian tidak perlu berkeliling dunia. Cukup temukan ia yang sekarang selalu ada di sampingmu, di depanmu, bahkan mungkin di belakangmu. Sosok wanita itu ialah IBU. Ibu adalah sang wanita hebat dan tangguh bagi setiap anak-anaknya. Ibu adalah orang yang rela menggantikan segala sakit dan derita anaknya asal hal itu bisa membuat anaknya bahagia. Ia juga sosok yang selalu menjadi tameng bagi anak-anaknya. Yang ketika marah pun masih bisa membisikan nama anaknya di setiap doa yang dipanjatkan kehadirat-Nya.

Ibu itu Istimewa. Kalian pasti pernah mendengar ketika nama ibu disebut sebanyak 3 kali, baru pada yang ke-4 nama ayah disebut. Kalian mungkin juga pernah mendengar bahwa, "Ketika ibu dan ayahmu memanggilmu secara bersamaan maka dahulukan lah panggilan ibumu." Dan yang paling sering kalian dengar pastinya adalah bahwa SURGA BERADA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU. Selalu Ibu. Dan lagi-lagi Ibu. Mengapa Ibu? Karena Ibu adalah tempat pertama bagi manusia untuk belajar mengenai kehidupan. Dari wanita lah untuk pertama kalinya kita tahu apa itu hidup. Dan dari wanitalah bagaimana akhlak dan perilaku manusia terbentuk. Sungguh Hebat :')

Dan jauh hari sebelum gadget dibuat dengan teknologi multitasking. Tuhan telah menciptakan wanita dengan kemampuan seperti itu. Bukan hal yang asing apabila kita melihat seorang wanita dalam waktu yang bersamaan mampu melakukan beberapa hal. Misalnya di pagi hari, seorang Ibu harus melakukan pekerjaan rumah, memasak, menyuci, menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengasuh adik yang masih bayi. Dan hal itu dilakukan pada saat yang bersamaan. Namun, apabila gadget dengan teknologi multitasking dapat mempengaruhi kerja RAM, sehingga membuat performa gadget itu melemah. Namun, multitasking-nya seorang wanita tak akan pernah mengganggu kinerja orang-orang yang ada di rumah, dan justru semakin membuat performa rumah semakin indah.

Selain terlahir dengan bakat dan sifat alamiah yang keibuan. Wanita zaman sekarang juga sudah menempatkan pendidikan sebagai prioritasnya. Terbukti dengan banyaknya jumlah pelajar dan mahasiswi yang sekarang sedang menuntut ilmu. Hal ini adalah kemajuan bagi wanita karena, dengan pendidikan yang tinggi dan akhlak yang mulia, semakin kecil kemungkinan kita untuk diremehkan, dilecehkan, dan dihina. Dan dengan pendidikan yang tinggi serta akhlak mulia, wanita memiliki kesempatan yang sama untuk membangun suatu negara ke arah yang lebih baik.

Namun, zaman sekarang sungguh sedih apabila melihat maraknya pelecehan dan kekerasan yang bahkan berakhir pembunuhan terhadap wanita. Sungguh, siapapun yang melakukannya tidak mempunyai moral dan akhlak. Kasus Ade Sara misalnya. Hanya demi cinta, wanita tak berdosa menjadi korban. Dan masih banyak lagi hal-hal menyakitkan yang dialami wanita. Wanita diciptakan bukan untuk ditindas, tapi untuk dilindungi. Lindungi ia sebagaimana engkau melindungi tulang rusukmu sendiri.

WANITA TERCIPTA DARI TULANG RUSUK LAKI-LAKI. Kalimat itu tidak hanya bisa diartikan secara harfiah. Tapi juga mempunya sejumlah makna yang tersirat.
Tulang rusuk merupakan rangka yang melindungi organ-organ seperti jantung, hati, limpa, ginjal dan paru-paru. Tercipta dari tulang rusuk memiliki artian bahwa wanita itu berfungsi melindungi laki-laki dari dalam. Tulang rusuk berada di dalam tubuh seseorang. Memiliki artian bahwa sebagai laki-laki yang memiliki tulang rusuk, sudah seharusnya menjaga wanita dari luar.
Tulang rusuk memiliki posisi di samping tubuh manusia. Memiliki arti bahwa posisi kami (dalam hal ini ialah hak dan kewajiban) berada setara dengan laki-laki.
Yang walaupun setara tapi tulang rusuk berada di dalam tubuh, yang artinya kemanapun sang empunya tubuh melangkah, tulang rusuk itu akan selalu mengikuti. Sebagai yang tercipta dari tulang rusuk itu artinya wanita akan selalu mengikuti ke mana laki-laki melangkah. Inilah yang kemudian menjadikan posisi wanita sebagai makmum dengan laki-laki sebagai imamnya.

Wanita itu sosok tangguh yang mampu menyembunyikan seluruh rasanya dengan merefleksikan ke dalam sejuta ekspresi tak terbaca. Namun, hal ini sering sekali disalah artikan oleh wanita muda, para mudi. Tak jarang kita melihat akun-akun sok tegar padahal rapuh yang berseliweran di timeline kita. Mentransformasikan ketegaran menjadi curhatan yang penuh drama. Itukah sosok wanita tegar sesungguhnya. TIDAK! Seorang yang tegar tidak akan mungkin menceritakan masalahnya yang dibumbui dengan drama dengan tujuan agar orang mengasihani dan menganggap ia tegar.
WANITA BUKAN FAKIR RASA KASIHAN DARI SESEORANG SEHINGGA MENCARI-CARI CARA AGAR DIKASIHANI.

Berdasarkan observasi saya, ibarat penyakit perasaan juga bisa menular. Melihat/ membaca/ berada di situasi yang riang dapat membuat kita ikut berbahagia. Dan begitu juga sebaliknya jika sering-sering berinteraksi dengan suasana sedih, galau, gusar, dan lain sebagainya, maka juga akan menular ke pribadi kita.

Come on. Wanita Indonesia itu adalah orang yang tangguh. Wanita Indonesia Bukan tipe yang suka mencari perhatian lewat socmed. Ingat bagaimana susahnya wanita zaman dahulu yang harus mengangkat senjata demi memerdekakan Indonesia. Mereka tak sempat bersedih meratapi cinta, bahkan nyawa juga tak menjadi hitungan. Bagi mereka Indonesia Harus Merdeka. Mari kita ambil sifat positif ini. Realisasikan dalam hidup kita.

Dan berbanggalah menjadi wanita dengan sejuta keistimewaannya.
WANITA ITU SEDERHANA. SESEDERHANA NAMANYA.

~~~

Huaaaaah, fuuuh. Akhirnya segala pikiran tentang wanita bisa dicurahkan juga.
Sebagai perempuan, senang rasanya bisa membagi pikiran seperti ini. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan terkesan menggurui.
Semoga bermanfaat ya ;)



Salam
@aarinarin

Kamis, 17 April 2014

Kontroversi Ujian Nasional 2014

Haiho readers sebulan sudah kita tak bersua.
Ada yang kangen?
Pasti nggak deh :(
Hahaha.......

Wiiiih judul postingnya garang ya? Sebenarnya sih, iseng aja. Daripada garing nungguin STAND UP COMEDY INDONESIA SEASON 4 malam ini, ya udah deh nulis-nulis aja. Lagian juga udah lama nggak mampir di 'rumah' ini. Hihihi.


~~~

Ujian Nasional bagi siswa/i SMA di Indonesia memang sudah berakhir (yang negeri sih udah kelar kemarin, cuma 3 hari. Klo yang lain saya nggak tahu), dan sebagai alumni yang baik *cieileh* saya juga ikut memantau perkembangan ujian adik-adik saya ini (yang lebih tepatnya disebut teman-teman).
Nah, agak terkejut sih sebenarnya pas liat-liat berita tentang ujian - yang mondar-mandir di twitter - kebanyakan sih beritanya ttg keluhan peserta ujian terhadap soal-soal yang katanya berstandar Internasional itu. Begitu mendengar kata Berstandar Internasional yang ada di bayangan saya itu soal-soal yang 11:12 dgn soal olimpiade. Ya, tapi setidaknya klo soal Olimpiade nggak ada angkanya (utk yg hitungan) di UN masih disertai angka.

Berbagai tanggapan pun mengalir dan kebanyakan dari para peserta Ujian. Saya juga sempat liat gitu di twitter, banyak peserta ujian yg justru berani nge-mention Menteri Pendidikan utk mengeluarkan unek-unek nya. Wiiih hebat. Saya aja nggk berani, makanya saya hanya beropini di blog ini. Hehehe.

Klo diliat-liat memang pelaksanaan UN ini sering terjadi beberapa kendala, seperti misalnya keterlambatan pendistribusian, naskah soal yg kurang lengkap, kualitas kertas, serta sistem yang senantiasa berubah. Dan itu benar-benar terasa di tahun angkatan saya. Pelaksanaan Ujian yg tdk serempak, kualitas kertas yg krg bagus, dn utk PERTAMA KALINYA ujian nasional menggunakan 20 paket dan BARCODE. Ya walaupun masih ada untungnya karena standar soalnya bisa-biasa aja. Nggk standar Internasional.

Dari situ, saya teramat bersyukur karena Alhamdulillahnya saya mengikuti Ujian Nasional di tahun 2013. Yang sejatinya harus Saya ikuti di tahun ini (2014). Dalam hati saya berkata, "Ada untungnya ikut CI". Uyeeeee Yipppie \m/.

Ngomongin sistem yang berubah, angkatan saya (2013 maupun 2014) memang angkatan yg menjadi pelopor perubahan sistem dalam UN. Saat SD (tahun 2008) Angkatan saya pertama kalinya melaksanakan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) walaupun saat itu kelulusan masih ditentukan oleh Sekolah. Selanjutnya saat SMP (tahun 2011) Angkatan saya utk pertama kalinya melaksanakan ujian dgn 5 paket dan dgn sistem 40% 60%. Ini menurut saya sih bagus, karena nilai sekolah pun msh jd penentu utk kelulusan. Dan saat SMA (tahun 2013) Angkatan saya yg sdh saya bilang di atas ujian 20 paket menggunakan barcode. Dan tahun ini Angkatan 2014, teman-teman saya melaksanakan ujian 20 paket menggunakan barcode, dgn soal berstandar Internasional.
Dan ditambah lagi tahun ini adalah tahun politik, yg menurut saya, hal sekecil apapun sgtlah sensitif apalagi yg menyinggung politik. Dan semoga pendidikan kita tdk terkena dampak politisasi,
Hmmm....

Selain itu hampir setiap tahun, ada aja berita yg mengungkapkan sebaiknya Ujian Nasional itu ditiadakan, karena... bla bla bla.
Nah, ini opini saya pribadi sih. UJIAN ITU BAGAIMANA PUN HARUS ADA. Karena kesel aja klo liat adik-adik kelas nggk ada ujian, iri gitu. Hahaha. Nggak deh ini bercanda.

Ujian harus ada karena utk kenaikan kelas atau tingkat kita memang memerlukan ujian. Nggak usah jauh-jauh deh, dalam kehidupan kita pribadi aja, pasti kita senantiasa diberikan ujian kan oleh Yang Maha Kuasa? Tujuannya utk apa coba? Ya, semua itu dilakukan utk kenaikan kelas kehidupan kita. Apakah kita sudah pantas atau belum utk melangkah ke tahap kehidupan selanjutnya. Logikanya ya, klo dalam hidup aja kita perlu diuji, apalagi dalam persoalan pendidikan. Para pengevaluasi (dalam hal ini guru, pemerintah, dll yang berhubungan dgn pendidikan) perlu mengetahui sebatas mana kita sudah memahami segala pelajaran yg sdh diberikan. Hingga nanti saat masanya tiba kita bs mengaplikasikan ilmu-ilmu itu utk kemaslahatan umat.

Terlebih saat ini kita memasuki yang namanya Zaman Globalisasi, klo kita kalah saing ya udah deh, selamanya kita nggak akan pernah memimpin dunia ini. Emangnya mau lihat Indonesia 'dijajah' lagi? Ya, walaupun penjajahannya bkn secara fisik tp secara IPTEK. Jadi mgkn maksud pemerintah utk menerapkan soal berstandar Internasional, ya karena alasan itu. Mgkn dgn selalu adanya inovasi-inovasi terbaru mengenai standar dan sistem ujian Indonesia semakin tahun semakin memiliki bibit-bibit yg dapat membangun Indonesia ke arah yg lbh baik. INGAT KAWAN, PERUBAHAN INDONESIA ADA DI TANGAN KITA, PARA PEMUDA-PEMUDI BANGSA.

Apakah UN ini salah?
Nggak, UN nggak salah.
Mungkin para siswa dan guru-guru serta sekolah mereka yg salah?
Tidak, mereka tidak salah.
Lalu, apakah pemerintah yg salah?
Pemerintah tidak salah, mereka jg ingin memberikan yg terbaik.
Kemudian, siapa yg salah?

Selama ini saya selalu berfikir bahwa mungkin sistem dan teknisnya yg salah *ini hanya opini saja*. Sehingga saya berkesimpulan bahwa hampir sebagian besar penentu kelulusan itu adalah sistem dn teknis yg digunakan. Di mana cara menjawab dibuat sedemikian rupa, jika terjadi kesalahan dlm membulatkan dan menghitamkan jawaban, maka jawaban tdk terbaca scanner. Walaupun apabila memang terjadi hal seperti itu maka LJK akn dikoreksi scr manual. Apalagi skrg ditambah dgn sistem barcode.

Saya termasuk org yg tdk mengambil pusing dgn berapapun jmlh paket yg diberikan. 2,  5, 20. Karena bagi saya itu tdk berpengaruh. Namun, ada yg saya takutkan apabila variasi paket yg ckp bnyk itu membuat kesalahan pd saat pengoreksian. Namun, setelah tahun saya berhasil menyelenggarakan ujian 20 paket, hal ini (mgkn) tdk terbukti, dgn kata lain aman-aman saja.

Selain sistem ada lagi yg mgkn menjadi permasalahan dlm penyelenggaraan UN ini. Kita semua tahu bahwa kualitas pendidikan di Indonesia ini memang blm merata. Jgnkan membandingkan pendidikan antara Sekolah di kota dgn sekolah di desa. Bahkan sesama sekolah di suatu kota saja bisa jadi kualitasnya berbeda. Nah, ini dia yg sebenarnya membuat UN itu menjadi sulit utk dilaksanakan.

Namun, apapun yg terjadi. Doa saya utk angkatan 2014 ini bs lulus 100%. Masalah nilai itu persoalan kedua. Karena - tidak bosan-bosan saya ingatkan bahwa- NILAI KUANTITAS TIDAKLAH MENJAMIN NILAI KUALITAS ORANG TERSEBUT. Maka kejarlah nilai kualitas pribadi kalian setinggi-tingginya. Mengutip kata-katanya Iqbaal personel CJR bahwa "JUJUR TETAP LEBIH BAIK #GOBETTER"

~~

Baiklah, karena jam sdh menunjukkan hampir pukul 22.00 WIB. Itu artinya sudah saatnya menyalakan televisi. Melihat hiburan berkualitas, yang sarat akan pesan moral. Apalagi kalo bukan STAND UP COMEDY INDONESIA KOMPAS TV. Salah satu acara talent show serta acara hiburan favorit saya bgt. Karena penilaian murni dari juri, serta hiburannya jg berkelas.

Ok, pamit undur diri dulu ya. Sampai jumpa di postingan lainnya.
Ini hanya opini saja, nggak lebih. Nggak ada maksud utk menjelek-jelekkan pihak-pihak tertentu apalagi berpihak pada pihak-pihak tertentu. Di sini saya sdh berusah netral. Klo pun media opini saya salah, mohon dimaafkan.

SEMANGAT LASKAR UN 2014 KALIAN PASTI BISA.

~~

Salam
@aarinarin