Senin, 22 Desember 2014

Tentang Lintang

Sadar akan waktu yang sebenarnya tidak mengizinkan, moment yang tidak sesuai, dan tugas yang seharusnya tak terabaikan. Tapi, imaji ini tidak bisa dilawan. Ia meledak-ledak, meronta dan meminta untuk dicurahkan.

Tentang Lintang.

Tak ada yang tak mengetahui cerita tentang 10 anak manusia yang hidup dalam segala keterbatasan yang mereka miliki, mengejar mimpi yang hampir tak mungkin untuk terealisasi. Kala itu hanya semangat yang bisa menjaga mimpi-mimpi mereka. Selebihnya tak ada lagi.
Cerita 10 anak manusia yang harus susah payah, menghadang maut hanya demi cita-cita. Kala itu, sekolah adalah satu-satunya cara yang mereka tahu pasti dapat memenuhi dahaga mereka akan ilmu dan suka cita masa kanak-kanak.

Laskar Pelangi. The most impact story in my world.
Laskar Pelangi, tak hanya sekedar cerita fiksi, namun buatku ia lebih dari sekedar angan-angan ataupun uneg-uneg dari sang penciptanya. Membaca bait demi bait dalam novelnya, justru membuatku semakin menyelami pesan yang dititipkan sang penulis, Andrea Hirata.

Di dalam kisah itu, ada seorang tokoh yang mampu menyihirku. Penderitaannya justru dapat kurasakan dari setiap deskripsi yang dituliskan. LINTANG. Bukan tokoh utama, karna ku tahu sang tokoh utama itu adalah IKAL, sahabat LINTANG.
Tapi, justru ialah tokoh yang memiliki gravitasi yang paling kuat daripada tokoh lainnya, setidaknya itu menurutku.

Darinya aku belajar, bahwa ikhlas adalah kunci segalanya.
Ikhlas, mengikhlaskan kegeniusan yang dimiliki terkubur bersama kerasnya dinding kehidupan.
Ikhlas, mengikhlaskan cita-cita yang mulia, demi tugas yang jauh lebih mulia. Menggantikan peran sang ayah, yang pergi bersama ombak yang tak pernah membawanya kembali.
Ikhlas, mengikhlaskan diri pulang-pergi 80 km, mengayuh sepeda, menerjang bahaya akan buaya yang kapan saja bisa menerkamnya. Hanya demi impian yang kemudian hari harus ia bunuh, demi kehidupan keluarganya.

Ia tak mengapa jikalau hidupnya berakhir tak sesuai dengan impiannya. Setidaknya ia bisa memenuhi wasiat sang ayah untuk tidak menjadi seorang nelayan. Pertemuan setelah puluhan tahun terpisah antara IKAL dan LINTANG adalah bagian, yang tak berlebihan jika dibilang bagian paling memilukan dari rangkaian cerita ini. Tak ada yang lebih mengiris hati dan perasaan saat mengetahui orang yang paling genius di antara kita, sahabat seperjuangan sekaligus guru yang luar biasa pintarnya, orang yang secara tak langsung menjadi alasan kita untuk bertahan dan meraih cita-cita kita, orang yang selalu menjaga api semangat kita, berakhir di sebuah bedeng tua, kelelahan melawan kerasnya kehidupan yang mungkin saja berlaku tidak adil padanya. Dilihat dari sudut mana pun, susah untuk mengatakan bahwa hidup telah adil kepadanya. Tak ada yang lebih menyakitkan saat kita tahu bahwa ia pun meronta-ronta meminta untuk dilepaskan dari keadaan yang menyiksanya. Sungguh menyiksa.

Lintang, seorang tokoh sentral yang tidak saja menjadi semangat buat Ikal, tapi buatku juga.
Perjuangannya, Kegeniusannya, Kerendahan hatinya, Persahabatannya, dan semua kesempurnaan yang ada padanya, secara tidak langsung menjadi pedomanku dalam menjalankan hidup ini.
Membaca kisahnya, menyelami butiran kehidupannya, merenungi nasibnya, tanpa sepatah kata pun yang mampu terucap, hanya genangan di mata saja yang bisa merefleksikannya, menjadi cerminan betapa jatuh cintanya aku kepada tokoh Om Andrea Hirata yang bernama Lintang ini.

Dari kisah ini aku belajar bahwa, kegeniusan itu di mana pun ia ditempatkan, ia akan tetap menjadi kegeniusan.
Kegeniusan itu tercipta bukan untuk mengintimidasi yang lainnya, tapi untuk menyelamatkan.
Bukan kejamnya nasib yang bisa mematahkan semangat belajar kita, ia mungkin bisa merenggut cita-cita, tapi tak akan pernah merenggut semangat belajar yang kita miliki. Semangat memintarkan diri kita hanya bisa patah jika kita sendiri yang mematahkannya, bukan kejamnya nasib.
Semangat dan mimpi itu harus tetap kita jaga, karna dari sanalah kehidupan kita memiliki artinya. Karna seperti halnya mimpi dalam bunga tidur kita yang selalu berusaha menemui paginya, dari sanalah kita selalu berusaha terjaga untuk mencari sang mentari.


~~~~
@aarinarin

Sabtu, 13 Desember 2014

Dreamer's Dagger

Tiba-tiba aja tadi nyanyiin lagu 25 Nabi dan Rasul tapi pakai nada ayat-ayat cinta. Nggak tau juga gmn ceritanya sampai bs aja tu lagu ngiang-ngiang di otak, mendengung-dengung di telinga, trus mulut jd reflek deh mendendangkannya.

Nah, jd lagu itu ada kenangan tersendiri. Nggak ingat persis kapan lagu itu mulai menjadi bagian dari kisah masa lalu. Agak lupa-lupa ingat. Yg jelas ini terjadi antara tahun 2008-2011. Tahun di mana saat itu saya menjadi murid putih biru di salah satu Sekolah Menengah Pertama yang paling the best di Pontianak (setidaknya hal ini bisa dibuktikan dengan berbagai prestasi yg selalu diukir oleh sekolah tsb). Blh bangga sedikit dong sebagai alumni yang pernah ber-almamater sekolah tsb :D

Nah, udah jelaskan kali ini saya akn menceritakan ttg apa?

Yaitu ttg kenangan-kenangan yg pernah ada di masa-masa SMP. 
Walaupun agak sulit memang, utk menceritakannya kembali. Bukan krn saya enggan menceritakannya, tp karna masa itu udh ckp lama buat saya. Ya, kn saya nggak terlalu mampu utk mengingat hal-hal dgn baik. Bkn krn otaknya yg nggk mampu nampung, hya saja karna otak yg udh luar biasa dikasih sm Allah ini jrg saya paksakan utk bekerja sebagai mesin pengingat. Ya begitulah, singkat cerita, saya bukan lah seorang penghapal yg ulung.

Jd, lgsg aja saya cerita ya. Mumpung lg mood. Krn klo ditunda-tunda, ntar berakhir seperti postingan-postingan yg nggk sempat terposting (?), hya menjadi pemain ekstra yg sekedar numpang lewat di pikiran dan niat.

~~~~

Jd, awal kisah ini dimulai pd tahun 2008 dan berakhir di 2011.

Nggak terlalu byk yg saya ingat pd masa itu. Tp setidaknya msh ada lah bbrp memori yg tersimpan rapi dlm hard disk ingatan saya.

Di antaranya ya, lagu ayat-ayat cinta versi 25 Nabi dan Rasul. Jd waktu itu sdg ada acara besar keagamaan, Maulid Nabi (klo nggk slh). Nah, sekolah ngadaiin lomba buat merayakannya. Bisa dibilang semacam vokal grup gitulah, klo nggak akustik. Di situ kelas kami nampil dgn formasi, penyanyi, pemain pianika, gitar, sm apalagi ya lupa. Nah, di lomba itu kami dapat juara. Nggak ingat waktu itu juara berapa. Juara 3 apa juara 2 gt. Yg jls sh bkn juara 1. Trus klo nggk salah dapat hadiah juga. Hadiahnya itu, lupa juga, apa waktu itu. Klo nggk slh tempat sampah, sm apa-apa lagi gitu.
Momen ini kejadiannya klo nggak salah (lagi) pas kelas 9 deh. Udh mau-mau lulus gt.

Trus yg saya ingat lg, selain ikut lomba vocal grup, kelas saya pernah ikut lomba menghias nasi tumpeng, pas ultah sekolah. Nggak menang sih. Tp ckp lah utk ngeramein. Ini momen pas kelas 7 sm klas 9.

O,iya perlu diinformasikan bahwa pd saat SMP ini, kelasnya selalu dirombak. Tp untungnya dr kelas 7 sampai kelas 9, saya selalu ada di kelas D. Ya, bknnya mau sombong ya, tp utk msk kelas D, mmg ada persyaratannya. Oiya, yg dirombak ini hya kls reguler aja, yaitu dr kls D sampai F. Krn utk kls A sampai C, udh jd milik kelas SBI. Walaupun skrg, pemerintah udh ngeluarin aturan bhw nggak ada lg yg namanya SBI. Jd klo sekarang, semua kelasnya reguler semua (Ya mgkn seperti itu, nggk tau jg).

Nah, di SMP ini saya mulai mengenal bahasa Mandarin. Bg saya waktu itu, bhs Mandarin itu nggak sulit-sulit amat, msh sulit English. Eh, tp semua itu berubah saat saya belajar bhs Mandarin di SMA. Duh, Gusti. Ternyata, jauh lbh enak ngomong dn nulis pakai bahasa Indonesia.

Di SMP juga saya mulai suka dan menaruh hati sm yg namanya FISIKA. Pdhl byk yg bilang katanya Fisika itu susah, tp buat saya itu adalah tantangan dn seni dr mempelajari Fisika. Bahkan, sampai sekarang (sudah jd Mahasiswi) saya msh senang sm fisika. Ya walaupun, udh nggak se-intens dahulu. Tp, klo ngomongin Fisika pas SMP, duh, ada satu kejadian yg nggak bakal saya lupain seumur hidup. Dibilang dendam, ya nggak jg sh. Tp sejenis itulah. Kenangan pahit itu nggk akan saya lupain, krn rasa pahitnya itu msh berasa sampai sekarang, klo tb-tb saya keingat kejadian itu. Duh, sebel sh. Tp ya mau gmn lg. Slh saya jg sh. Walaupun sebenarnya saya nggak mau disalahin. Ya biar bagaimanapun jg saya bkn pelaku tunggal atas kesalahan itu. Klo bhs Pidananya itu namanya Turut serta (Deelneming). Tp yaudah sh, udh biar jd masa lalu aja. Nggak ngaruh jg sm hidup saya yg sekarang.
Duh, jd curhat deh.

Masa SMP jg yg mulai menarik minat saya utk mempelajari gitar dan musik. Jd, di sekolah kan ada mata pelajaran yg namanya SBK. Nah, guru SBK nya itu suka ngasih tugas utk ngaransemen musik, secara berkelompok. Nah, dr situ saya mulai tertarik dgn yg namanya musik. Dan dr situ lah saya berangkat utk belajar bermain gitar. Bs dibilang terlambat sh, tp seengaknya lebih baik terlambat drpd tdk sama sekali, seperti kata pepatah lama yg sdh ratusan tahun tak terbantah. Dn skrg berarti sekitar 4 thn lbh sdh saya belajar gitar. Tp ya gitu, permainan gitar saya masih jauh dr kata bagus. Boro-boro ngarapin sempurna. Enak didengar aja blm tentu. Eh, ini udh nambah main biola lg. Yg satu aja belum kelar, mlh nambah lg. Mana sampai sekarang main biolanya msh sumbang lg, Hiks. Tp nggak apa deh, saya nggak mau patah semangat. Terus belajar biar ntar bs jd musikus handal.
Curhat lagiii....

Apalagi ya yg mau saya ceritain?
Udh byk yg nggak sempurna nih ingatan saya sm masa-masa SMP.

Klo mslh lagu kenangan, mgkn nggak cm lagu ayat-ayat cinta versi 25 Nabi dan Rasul itu aja. Tp msh ada lagu-lagu yg pernah jd tgs aransemen kami, mslnya lagu edelweis, manuk dadali, sm mother how are you today. Trus ada lagu dr Bondan feat 2 black. Trus nggak tau lagi apa.... :D

Moment perpisahan kyknya perlu diceritain jg deh.
Jd, klo nggk slh waktu itu sekolah nyediain 2 opsi. Opsi pertama, ngadain perpisahan tp nggak tour atau opsi kedua tour tp nggak perpisahan. Jd byk yg milih opsi kedua. Jdlah waktu itu kami tour ke pantai pasir panjang, Singkawang. Menurut cerita teman-teman yg ikut (krn saya memilih utk nggak ikut. Krn hati kecil saya berkata utk tinggal. Nggk tau knp. Jd saya lbh nurut sm perasaan saya aja), kelas kami waktu itu pakai bis yg plg bagus dr kelas lainnya. Krn kls kami itu keukeuh, pokoknya biar bagaimanapun jg, kami itu hrs satu bis, nggk blh pisah. Dgn jumlah kami yg begitu byk, ada 30-an lebih, hampir 40, jdlah kami ditempatkan di dalam satu bis yg ckp bsr waktu itu.
Utk cerita yg lbh detailnya saya nggk tau, krn saya nggk ikt sh. Jd cm tau sekilas aja.

O, iya ada yg terlewat utk dijelaskan. Judul posting, Dreamer's Dagger, diambil dr nama atau lbh tepatnya disebut tulisan yg ada di jaket kelas kami. Lbh tepatnya jaket anak-anak kelas 9D. Masalah apakah itu nama kelas kami apa bagaimana, saya nggak tau pasti. Tp curiganya sh itu nama kelas. Hal ini msh jd misteri buat saya, soalnya saya nggak pernah dengar ada deklarasi nama kelas deh.

~~~

Oke, segitu yg bs saya ceritakan mengenai memori-memori masa SMP saya. Ini memori secara global ya, mksdnya kenangan ini adlh kenangan satu kelas, bkn kenangan saya secara pribadi.

Minggu, 17 Agustus 2014

BALADA NEGERI INI - DIRGAHAYU INDONESIA #69

SALAM MERDEKA!!!

16 Agustus 1945.
69 tahun yang lalu, tepat di malam ini, ketegangan terjadi antara golongan tua dan golongan muda. Bahkan ketegangan itu telah berlangsung sejak rakyat Indonesia mengetahui bahwa Jepang telah kalah dalam perang Asia Pasifik, 14 Agustus 1945. Ketegangan semakin memuncak manakala Ahmad Subardjo menggadaikan nyawanya sebagai jaminan apabila Proklamasi kemerdekaan tidak dikumandangkan tanggal 17 Agustus.

Kesibukan terjadi. Diskusi dilaksanakan. Adu argumentasi terus bergulir. Tanpa kenal lelah. Para pendiri negara ini, terus merumuskan teks yang sangat sakral bagi Bangsa Indonesia, yang mana kesakralannya ini masih sangat terasa hingga detik ini.

Hanya 2 paragraf, cuma 2 paragraf. Namun di balik keringkasan teks itu, terdapat perjuangan yang sangat amat kompleks, rumit, massif, dan pengorbanan tentunya.

Hanya 2 paragraf, cuma 2 paragraf. Namun, sudah lebih dari cukup untuk menghapus dahaga akan hausnya kemerdekaan, kebebasan, dan kedamaian.

Bagaikan air zam-zam di hamparan padang pasir, teks 2 paragraf itu nyata adanya. Bukan fatamorgana dari fisik yang lelah. Ia muncul laksana mata air setelah lebih dari 3 abad kemarau tak berkesudahan melanda Ibu Pertiwi.

Mata air itu tidak muncul dengan sendirinya, Tuan. Kamilah yang menggalinya hingga ke dalam perut bumi. Keringat bercucuran, darah bersimbahan. Tapi kami tak gentar. Tekad kami untuk mengakhiri dahaga ini jauh lebih besar. Kami tak ingin mewarisi kekeringan ini kepada anak-cucu kami. Biarlah kami berjuang untuk terus menggali mata air ini. Hingga saat itu tiba, maka mata air ini akan menenggelamkan kalian, manusia yang haus kekayaan.

Selamat Ulang Tahun Negaraku.
Surga bagi anak-anak Ibu Pertiwi itu kini telah berusia 69 Tahun. Walaupun ku tahu, usiamu lebih dari itu. 

Indonesia adalah negara yang sangat mahal harganya. Bahkan jika seluruh uang, tabungan, deposito, dan segala macam harta benda orang-orang kaya di dunia ini dikumpulkan, itu tak kan cukup untuk membeli negara ini. Bukan karena Indonesia kaya akan sumber daya. Bukan karena Indonesia kaya akan tenaga manusia. Bukan karena Indonesia kaya akan wilayah, budaya, dan lain sebagainya. Tapi karena kami, Anak-anak Bangsa, TAK AKAN PERNAH MENJUAL NEGARA INI.

Kami tak pernah rela untuk menukar setetes pun darah para pahlawan negeri ini dengan segudang harta benda yang kalian miliki. Tak sudi kami mengkhianati pengorbanan dan air mata para pahlawan kami. Tahukah kalian, pahlawan-pahlawan kami tidak lahir begitu saja. Mereka lahir dari proses yang begitu panjang, di sebuah ruang yang penuh dengan tekanan tinggi. Tak peduli seberapa tingginya tekanan itu, bahkan ketika tekanan itu mencabuti kulit mereka satu-persatu.

Terlalu banyak kenangan terlukiskan di kanvas yang membentang sepanjang sabang hingga merauke. Tahukah kau Tuan, kami tidak melukisnya dengan cat ataupun tinta, kami tidak melukisnya dengan kuas. Tapi kami melukisnya dengan tangan kami sendiri dari darah dan air mata para pahlawan negeri ini.

Sudah cukup kalian menjajah kami, mengeksploitasi kami lebih dari 3 abad lamanya. Kami sudah sangat dewasa untuk menentukan nasib kami sendiri. Mengolah sumber daya yang ada di langit, air, dan bumi kami. Tapi tenang Tuan, kami bangsa yang terdiri dari manusia yang berhati manusia. Atas nama kemanusiaan, kami tak segan untuk membagi kekayaan dan keluhuran kami.

Jika saat ini kalian membaca berita tentang lubang di negeri kami, atau bahkan mungkin kalian melihat sendiri lubang itu, bukan berarti kami mempersilakan kalian masuk mengendap-endap laksana tamu yang tak diundang. Pintu kami selalu terbuka untuk siapa saja yang beritikad baik. Namun, jika kalian terus memaksa untuk melewati lubang itu, maka bersiaplah untuk menghadapi kekuatan yang telah lama tertidur.

~~~


Telah 69 tahun Ibu Pertiwi menjelma, menyatukan jiwa dan raganya ke dalam satu wadah yang disebut NEGARA. 69 Tahun ia mengasihi kita, menyayangi kita, melindungi kita. Hanya memberi tak harap kembali, laksana Kasih Ibu di dalam lagunya. Namun sebagai anaknya apakah yang sudah kita berikan kepada Negeri ini? Bukankah ini momen yang tepat jikalau kita bisa mengahadiahkannya dengan prestasi kita, dengan karya kita? Tapi, walaupun kita masih belum sanggup menghadiahi Ibu Pertiwi, setidaknya membuat Ia tidak menitikkan air mata kesedihan, itu sungguh sudah luar biasa.

Tapi, apakah kita sudah melakukannya?

Kita terlalu terlena dan terbuai dengan situasi saat ini. Sedikit saja nyala api dipercikkan, maka dengan cepat api itu menjalar, membakar dan mematikan pikiran dan kearifan kita tanpa pernah kita sadari.

Jiwa Pancasila, sudah mulai sedikit demi sedikit terkikis dari qalbu kita. Semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah mulai pudar dari darah kita. Hukum? Jangan kau tanyakan, ia masih bersembunyi di dalam hati setiap orang.

Hanya sedikit dari banyaknya rakyat Indonesia yang masih menjunjung itu semua. Menempatkannya sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan. Sedikit kawan, hanya sedikit sekali.

Lalu kemana sisanya yang banyak itu?
Sisanya yang banyak itu, masih tertidur lelap dengan catatan-catatan yang masih digenggam di tangan. Kau mau tahu apa isi catatan itu kawan? Tak ubahnya peta harta karun, di sana tertulis denah-denah petunjuk harta itu disimpan. Hanya tinggal menunggu waktu kapan denah-denah itu bisa dikunjungi dan dikeruk hartanya tanpa sisa.

Indonesia adalah negara kaya. Ya, sangat kaya. Tapi tak ada satu ekonom pun yang dapat menjamin kekayaan itu, apabila jatuh dan diolah oleh tangan-tangan yang rakus.

Tiga setengah abad dieksploitasi oleh bangsa asing, dan sekarang harus menerima kenyataan digerogoti oleh bangsa sendiri. Bukan demi kesejahteraan masyarakat, melainkan demi kepentingan pribadi. Oh, atau hanya saya yang terlupa bahwa ia dan keluarganya juga bagian dari rakyat itu.

69 Tahun merdeka, 16 Tahun reformasi. Kita masih butuh perbaikan di sana-sini. Menampali lubang-lubang yang bisa saja menggoda tamu yang tak diundang itu untuk datang.

69 Tahun merdeka, 16 Tahun reformasi. Terima kasih telah mengizinkan kami untuk mengambil harta kekayaan Negeri ini.

69 Tahun merdeka, 16 Tahun reformasi. Rasa cinta dan bangga ini tak akan pernah berkurang, tak akan pernah menguap, walau hanya setitik. Tak kan pernah.

Ini Indonesia ku. Ini Bangsaku. Ini tanahku. Aku mencintaimu setulus kau mengasihi ku.
Dirgahayu Republikku.

---------

Tidak bermaksud menyinggung apalagi memecah-belah. Hanya curahan pikiran dari anak bangsa yang masih ingusan, dan tidak mengerti apa-apa. Ajari aku hingga aku bisa berbuat sesuatu untuk bangsa dan Negara di Republik tercinta, Indonesia.


-SALAM MERDEKA!!!
@aarinarin

Selasa, 08 Juli 2014

PILPRES 2014 - INDONESIA TETAP NEGARAKU

Pesta telah di depan mata. Hanya dalam hitungan jam lagi. Esok, 9 Juli 2014 satu langkah perubahan besar akan diukirkan oleh seluruh bangsa ini.

Memilih pemimpin tentu bukan hal yang mudah. Penuh analisa, dan mungkin juga hipotesa. Bahkan jika perlu uji lapangan akan dilakukan.
Memilih pemimpin bukan hal yang mudah. Bukan karena Beliau ini adalah pemegang pucuk tertinggi pemerintahan. Bukan karena Beliau ini adalah panglima tertinggi angkatan perang. Bukan karena Beliau ini adalah cerminan bangsa Indonesia di mata dunia.

Tapi, lebih daripada itu. Memilih pemimpin menjadi hal yang sangat tidak mudah karena di tangan Beliaulah mimpi seluruh bangsa diletakkan. Di pundak Beliaulah cita-cita bangsa disematkan. Dan di dalam jiwa Beliaulah keadilan disemayamkan.

Presiden tidak hanya sebatas jabatan pemerintahan. Presiden tidak hanya sebatas simbol kenegaraan. Tapi Presiden ialah Pemimpin bangsa yang menciptakan kesejahteraan di antara kesenjangan. Presiden ialah pemimpin bangsa yang mengupayakan keadilan di antara banyak keinginan.


Banyak yang mengatakan bahwa Pilpres tahun ini sangat berbeda.
Iya, bagi saya Pilpres tahun ini memang sangat berbeda. Bukan karena calon yang hanya dua. Melainkan karena luka yang menusuk jiwa.
Mungkin terlalu berlebihan rasanya apa yang saya ungkapkan ini, namun inilah yang saya rasakan setelah beberapa bulan belakangan tak dapat saya lihat lagi Indonesia dengan segala kearifannya.

Jauh hari sebelum diadakannya Pilpres, pilihan-pilhan dan spekulasi sudah merebak baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Ya, tak dapat ditampik bahwa penggunaan teknologi secara masif adalah bumbu tersendiri dari Pilpres tahun ini.
Banyak yang berharap si "A" menjadi pemimpin, namun tak sedikit pula yang menginginkan Negara ini dipimpin si "B". Hingga akhirnya memang hanya ada dua pasang calon saja yang akan bertarung memenangkan hati dan suara rakyat negeri ini.

Kedua pasang calon pemimpin ini adalah putra terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada pribadi masing-masing. Kita tak bisa mengharapkan kesempurnaan dari turunan Adam dan Hawa, karena memang tak ada yang sempurna, tak ada yang terbaik. Yang ada hanya siapa Ia yang paling tepat.

Karena memang hanya dua, maka pilihan yang sebenarnya juga hanya ada dua (golput tidak masuk ke dalam kategori). Dan pemilih juga terbagi menjadi dua kubu. Kubu 1 dan kubu 2.
Masing-masing dari mereka saling membanggakan calon pasangan yang mereka dukung.
Sampai di sini, tidak ada masalah.
Karena inilah Indonesia. Kita memang terlahir berbeda, dan tak akan pernah sama.

Namun luka itu mulai terbuka, ketika perbedaan ini melahirkan sedikit gesekan-gesekan. Dan luka ini semakin menganga ketika gesekan-gesekan itu justru mengarahkan kepada perpecahan.
Tak ada yang salah dengan pilihan. Yang salah adalah kefanatikan, yang dibalut dengan cinta buta dan tak mau dipersalahkan.
Deklarasi dukungan bertebaran di sana-sini. Bukan deklarasinya yang salah. Tapi, jika deklarasi itu hanya menjadi landasan untuk perpecahan buat apa harus ada deklarasi?

Berbulan-bulan Ibu Pertiwi ini dirundung duka. Dan duka itu semakin dalam mengoyak bahkan ketika seharusnya Ibu Pertiwi berbangga, karena putra-putra terbaiknya sudah berbesar hati, dan mengikhlaskan diri untuk berbakti dan mengabdi kepadanya.

Segala macam isu dan fitnah adalah santapan media setiap harinya, adalah konsumsi rakyat setiap waktunya. Bahkan ketika mengharapkan sedikit pencerahan dari media, justru hanya kecewa yang didapat. Karena beberapa media sudah tak se-independen dahulu.
Ketika mencoba melihat diskusi dari narasumber yang pintar dan ahli dibidangnya, lagi-lagi hanya kecewa yang didapat karena beberapa narasumber adalah bagian dari simpatisan.

Dan Ibu Pertiwi bahkan sudah tak dapat membendung rasa sakitnya yang bernanah, ketika anak-anak bangsa ini bertingkah semakin menjadi-jadi. Menyudutkan teman karena berbeda pilihan. Menghujat teman hanya karena berbeda pilihan. Mencaci dan memaki, semuanya hanya karena berbeda pilihan. Dan bahkan menghapus kata teman dan menganggapnya lawan karena berbeda pilihan.

Ada yang memilih karena sikap dan sifatnya. Ada yang memilih karena rekam jejaknya. Ada yang memilih karena orang-orang di belakangnya. Dan mungkin juga, ada yang memilih karena terkena Black/Negative Campaign yang dilancarkan oleh orang-orang yang entah apa motivasinya.

Apa pun yang menjadi dasar pilihannya, tak seharusnya kita saling membenci. Tak seharusnya kita saling menghujat. Tak seharusnya kita saling memfitnah. Karena kita ini satu. Karena kita ini saudara sebangsa dan setanah-air. Karena kita ini adalah komponen penting bagi tetap berlangsungnya kehidupan dan kedaulatan di negeri ini.

Bagi saya pribadi, 1 ataupun 2, beliau-beliau ini adalah pribadi yang baik.

1, tanpa perlu kita ragukan lagi, seorang mantan pasukan yang merelakan jiwa dan raganya untuk bertempur di medan perang demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Memberikan rasa aman bagi seluruh penduduk negeri. Terlepas dari isu-isu yang melekat pada sosoknya, yang sampai sekarang tak pernah diketahui kebenaran dan kejelasannya. Entah karena memang masalah sebenarnya sudah terselesaikan, atau karena penegakan hukum negara kita yang masih lemah, Beliau tetap putra bangsa dari Ibu Pertiwi.

2, dan tak perlu kita ragukan juga bahwa Beliau adalah sosok yang dianggap sederhana dan merakyat. Kedekatannya dengan rakyat membuat sosok ini mudah dicintai. Kesuksesan memimpin sebagai kepala daerah juga menjadi kelebihannya. Terlepas dari isu yang diutarakan kepadanya, Beliau juga tetap putra bangsa dari Ibu Pertiwi.

Maka sebenarnya 1 ataupun 2 tak ada yang salah.

Maka setelah ini, hanya satu yang saya harapkan. Hentikan perpecahan ini. Hentikan segala fitnah yan keji. Hentikan segala caci dan maki.
Aku, Kamu, Dia, maupun  Mereka. Kita sama-sama berspekulasi, mengharapkan bahwa tak akan ada lagi pengulangan masa lalu yang kelam yang pernah menghujani negeri ini.
Aku, Kamu, Dia, maupun Mereka. Kita sama-sama bermimpi. Bermimpi untuk tetap menegakkan kedaulatan, kemerdekaan, dan demokrasi.
Aku, Kamu, Dia, maupun Mereka. Kita sama-sama  bermimpi. Bermimpi untuk menjadi bangsa besar di dunia yang disegani.

1 ataupun 2 yang terpilih sebagai pemimpin, sosok penguasa itu ialah kita, rakyat Indonesia. Karena Negara kita adalah Negara yang berkedaulatan Rakyat, di mana kekuasaan tertinggi ada pada rakyat.

1 ataupun 2 yang terpilih, Negara ini tetap Indonesia.
1 ataupun 2 yang terpilih, Idelogi ini tetap Pancasila.
1 ataupun 2 yang terpilih, Konstitusi ini tetap UUD NRI 1945.
1 ataupun 2 yang terpilih, Semboyan ini tetap Bhineka Tunggal Ika. Yang artinya Walaupun berbeda kita tetap satu jua.

Karena 1 ataupun 2 yang terpilih Negara ini tidak akan gemilang tanpa adanya Rakyat. Karena suatu Negara tidak dapat dikatakan sebagai Negara jika unsur-unsur Negara tidak terpenuhi. Dan rakyat adalah salah satu dari unsur-unsur itu.
Karena 1 ataupun 2 yang terpilih, itu tidak menjadi penting lagi jika kita semua bahu-membahu untuk mewujudkan NKRI.

Wujudkan impian itu. Dukung calonmu jika itu yang kalian anggap layak untuk memimpin Negeri dan Bangsa ini. Dukung dengan bentuk partisipasi positif dan aktif bukan dengan dengan sikap skeptis.

Mari kita semua meriahkan pesta esok hari. Usahakan yang terbaik menurut kita, dan biarkan tangan Tuhan bekerja membantu usaha kita semua. Tuhan tahu yang terbaik, dan tak akan mungkin memberikan pilihan yang salah.

~~~

Ini bukan bentuk surat terbuka, kampanye, apalagi konsolidasi. Ini hanya sebatas opini.
Opini dari anak bangsa yang mengharapkan persatuan NKRI.
Opini dari seorang pemilih pemula yang tersesat karena Negative Campaign selama ini.
Opini dari seorang Mahasiswi dengan semangat yang berapi-api.

Banyak yang ingin diutarakan, namun sedikit yang bisa tersampaikan.
Namun, setidaknya ini bisa mewakili perasaan gusar yang beberapa hari ini menghantui.

~~

dari Anak Bangsa, yang lahir dan dibesarkan di sebuah Negeri yang berbeda dari Negeri lainnya.
INDONESIA.

Rabu, 14 Mei 2014

Balada Warung Kopi

Haloha, kali ini saya hadir membawa sebuah cerpen asli karangan saya. ASLI. Haha. Sebenarnya ini cerpen saya ikutkan dalam kompetisi #CERMIN dari Bentang Pustaka, pada bulan April lalu, dengan tema POLITIK, dan sub tema GOLPUT. Namun, berhubung cerpen ini nggak menang, jadinya saya posting di blog saya pribadi ^^.
Ini ketikan aslinya. Yang saya kirim itu udh editannya, karena satu dari beberapa syarat dr kompetisi itu, nggk blh lbh dr 200 kata
Mohon maaf ya apabila ada yang tersinggung, ini cuma fiktif belaka.

Oke, Check This Out.

~~


Kuhirup secangkir kopi hangat yang sedari tadi telah ku angguri. Menikmatinya perlahan tetapi pasti. Ditemani nyanyian pagi para kurcaci negeri ini. Secara samar kuhayati, sajak sang kurcaci yang mengeluhkan birokrasi.

“Tak ada gunanya kita memilih, toh mereka pun tak peduli dengan kita. Sejak dulu menjanjikan perubahan. Tapi nyatanya, ketika kita mulai meminta pertanggung-jawaban, hanya alibi yang kita dapatkan.”
Semua yang mendengarkan pun serempak meng-Amini. Demikian juga aku, walaupun dalam hati.

Hampir 69 tahun negeri ini berdiri. Sudah 16 tahun sejak reformasi. Namun, negeri ini masih berdiam tak berbenah diri. Ketika KKN sudah menjadi nadi. Mungkin Negara ini sudah tak punya harapan lagi.

“Benar juga, buat apa susah-payah menghabiskan waktu hanya untuk memilih para mafia baru?”
“Pak, kopinya satu gelas lagi ya.” Pesanku kepada sang pemilik warung.

Selang berapa waktu, seorang Ibu tua renta menghampiriku. “Pak, ini kipasnya tinggal satu. Jika bapak bersedia, bapak boleh mengambilnya. Hanya lima ribu saja, Pak. Agar saya bisa segera membelikan susu untuk cucu saya.”

Tanpa pikir panjang, ku ambil kipas itu, dan kuberikan selembar lima ribu kepada sang Ibu. “Terima kasih pak.” Jawabnya. Aku hanya tersenyum memandanginya.

“Bapak sudah memilih?” Tanyanya lagi, yang membuatku sedikit terhenyak.

“Saya tidak akan memilih, Bu. Percuma.” Ibu itu hanya tersenyum.

“Lalu Ibu sendiri?” Tanyaku.

“Apa iya mereka peduli dengan orang kecil seperti saya? Diberi hak pun tidak Pak.” Jawabnya, kemudian beranjak pergi.

Aku diam mematung. Tanpa sepatah kata pun terucap lagi. Hati dan fikiranku berkelahi. Ku lirik jam di arloji. “Masih jam sembilan pagi.” Kemudian aku bergegas pergi.

~~

Yaaak, bagaimana?
Kritik dan sarannya blh lh ya? Agar saya tau kesalahan dan kekurangan saya. Sehingga bisa saya perbaiki di karya-karya selanjutnya.
Terima Kasih :)


-aarinarin

Selasa, 22 April 2014

Wanita dan Kehidupannya

Wanita
Sang Tonggak Negara
Yang menjadi tempat bernaung manusia
Maha karya sang Maha Kuasa

Wanita
Bak pisau bermata dua
Kasihnya mampu mengalahkan lembutnya sutra
Namun amarahnya lebih berbahaya dari bisa

Wanita
Kehormatannya adalah kecantikan yang luar biasa
Kelembutannya adalah senjata yang berbahaya
Tindakannya adalah kesempurnaan cinta

Wanita
Hanya satu kata sederhana
Mempunyai makna yang istimewa

~~~

Selamat hari Emansipasi Wanita untuk seluruh wanita khususnya yang ada di Indonesia. Telat memang, tapi bukankah emansipasi wanita tidak hanya ada pada tanggal 21 April? Tidak salah jika kita merayakannya setiap hari kan? 21 April itu adalah kelahiran dari R.A. Kartini dan bagiku emansipasi wanita selalu lahir setiap harinya.

Berbicara mengenai wanita tentu tidak akan ada habisnya. Makhluk Tuhan yang satu ini mempunyai banyak cerita di balik kemisteriusannya. Sosok yang satu ini tak mudah ditebak. Apa yang ia rasakan, apa yang ia derita, apa yang ia alami, itu semua merupakan bagian tak terpisah dari sifatnya yang misterius. Sosok yang mampu menyembunyikan perasaan di balik sejuta ekspresi yang dimilikinya. Mereka bukannya berbohong apalagi bersandiwara. Tapi itulah mereka dengan sifatnya yang alamiah.

Di zaman yang modern ini agaknya emansipasi memang sudah dijunjung tinggi di dunia. Terlihat dari pekerjaan-pekerjaan yang sedianya dikerjakan oleh para lelaki, namun sekarang wanita pun sudah mulai dipercaya untuk melakukannya. Di luar sana banyak wanita karir yang sukses. Bahkan mungkin bisa lebih sukses daripada laki-laki.

Banyak sosok wanita hebat dan tangguh di dunia ini. Dan untuk mencari sosok wanita tangguh itu kalian tidak perlu berkeliling dunia. Cukup temukan ia yang sekarang selalu ada di sampingmu, di depanmu, bahkan mungkin di belakangmu. Sosok wanita itu ialah IBU. Ibu adalah sang wanita hebat dan tangguh bagi setiap anak-anaknya. Ibu adalah orang yang rela menggantikan segala sakit dan derita anaknya asal hal itu bisa membuat anaknya bahagia. Ia juga sosok yang selalu menjadi tameng bagi anak-anaknya. Yang ketika marah pun masih bisa membisikan nama anaknya di setiap doa yang dipanjatkan kehadirat-Nya.

Ibu itu Istimewa. Kalian pasti pernah mendengar ketika nama ibu disebut sebanyak 3 kali, baru pada yang ke-4 nama ayah disebut. Kalian mungkin juga pernah mendengar bahwa, "Ketika ibu dan ayahmu memanggilmu secara bersamaan maka dahulukan lah panggilan ibumu." Dan yang paling sering kalian dengar pastinya adalah bahwa SURGA BERADA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU. Selalu Ibu. Dan lagi-lagi Ibu. Mengapa Ibu? Karena Ibu adalah tempat pertama bagi manusia untuk belajar mengenai kehidupan. Dari wanita lah untuk pertama kalinya kita tahu apa itu hidup. Dan dari wanitalah bagaimana akhlak dan perilaku manusia terbentuk. Sungguh Hebat :')

Dan jauh hari sebelum gadget dibuat dengan teknologi multitasking. Tuhan telah menciptakan wanita dengan kemampuan seperti itu. Bukan hal yang asing apabila kita melihat seorang wanita dalam waktu yang bersamaan mampu melakukan beberapa hal. Misalnya di pagi hari, seorang Ibu harus melakukan pekerjaan rumah, memasak, menyuci, menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengasuh adik yang masih bayi. Dan hal itu dilakukan pada saat yang bersamaan. Namun, apabila gadget dengan teknologi multitasking dapat mempengaruhi kerja RAM, sehingga membuat performa gadget itu melemah. Namun, multitasking-nya seorang wanita tak akan pernah mengganggu kinerja orang-orang yang ada di rumah, dan justru semakin membuat performa rumah semakin indah.

Selain terlahir dengan bakat dan sifat alamiah yang keibuan. Wanita zaman sekarang juga sudah menempatkan pendidikan sebagai prioritasnya. Terbukti dengan banyaknya jumlah pelajar dan mahasiswi yang sekarang sedang menuntut ilmu. Hal ini adalah kemajuan bagi wanita karena, dengan pendidikan yang tinggi dan akhlak yang mulia, semakin kecil kemungkinan kita untuk diremehkan, dilecehkan, dan dihina. Dan dengan pendidikan yang tinggi serta akhlak mulia, wanita memiliki kesempatan yang sama untuk membangun suatu negara ke arah yang lebih baik.

Namun, zaman sekarang sungguh sedih apabila melihat maraknya pelecehan dan kekerasan yang bahkan berakhir pembunuhan terhadap wanita. Sungguh, siapapun yang melakukannya tidak mempunyai moral dan akhlak. Kasus Ade Sara misalnya. Hanya demi cinta, wanita tak berdosa menjadi korban. Dan masih banyak lagi hal-hal menyakitkan yang dialami wanita. Wanita diciptakan bukan untuk ditindas, tapi untuk dilindungi. Lindungi ia sebagaimana engkau melindungi tulang rusukmu sendiri.

WANITA TERCIPTA DARI TULANG RUSUK LAKI-LAKI. Kalimat itu tidak hanya bisa diartikan secara harfiah. Tapi juga mempunya sejumlah makna yang tersirat.
Tulang rusuk merupakan rangka yang melindungi organ-organ seperti jantung, hati, limpa, ginjal dan paru-paru. Tercipta dari tulang rusuk memiliki artian bahwa wanita itu berfungsi melindungi laki-laki dari dalam. Tulang rusuk berada di dalam tubuh seseorang. Memiliki artian bahwa sebagai laki-laki yang memiliki tulang rusuk, sudah seharusnya menjaga wanita dari luar.
Tulang rusuk memiliki posisi di samping tubuh manusia. Memiliki arti bahwa posisi kami (dalam hal ini ialah hak dan kewajiban) berada setara dengan laki-laki.
Yang walaupun setara tapi tulang rusuk berada di dalam tubuh, yang artinya kemanapun sang empunya tubuh melangkah, tulang rusuk itu akan selalu mengikuti. Sebagai yang tercipta dari tulang rusuk itu artinya wanita akan selalu mengikuti ke mana laki-laki melangkah. Inilah yang kemudian menjadikan posisi wanita sebagai makmum dengan laki-laki sebagai imamnya.

Wanita itu sosok tangguh yang mampu menyembunyikan seluruh rasanya dengan merefleksikan ke dalam sejuta ekspresi tak terbaca. Namun, hal ini sering sekali disalah artikan oleh wanita muda, para mudi. Tak jarang kita melihat akun-akun sok tegar padahal rapuh yang berseliweran di timeline kita. Mentransformasikan ketegaran menjadi curhatan yang penuh drama. Itukah sosok wanita tegar sesungguhnya. TIDAK! Seorang yang tegar tidak akan mungkin menceritakan masalahnya yang dibumbui dengan drama dengan tujuan agar orang mengasihani dan menganggap ia tegar.
WANITA BUKAN FAKIR RASA KASIHAN DARI SESEORANG SEHINGGA MENCARI-CARI CARA AGAR DIKASIHANI.

Berdasarkan observasi saya, ibarat penyakit perasaan juga bisa menular. Melihat/ membaca/ berada di situasi yang riang dapat membuat kita ikut berbahagia. Dan begitu juga sebaliknya jika sering-sering berinteraksi dengan suasana sedih, galau, gusar, dan lain sebagainya, maka juga akan menular ke pribadi kita.

Come on. Wanita Indonesia itu adalah orang yang tangguh. Wanita Indonesia Bukan tipe yang suka mencari perhatian lewat socmed. Ingat bagaimana susahnya wanita zaman dahulu yang harus mengangkat senjata demi memerdekakan Indonesia. Mereka tak sempat bersedih meratapi cinta, bahkan nyawa juga tak menjadi hitungan. Bagi mereka Indonesia Harus Merdeka. Mari kita ambil sifat positif ini. Realisasikan dalam hidup kita.

Dan berbanggalah menjadi wanita dengan sejuta keistimewaannya.
WANITA ITU SEDERHANA. SESEDERHANA NAMANYA.

~~~

Huaaaaah, fuuuh. Akhirnya segala pikiran tentang wanita bisa dicurahkan juga.
Sebagai perempuan, senang rasanya bisa membagi pikiran seperti ini. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan terkesan menggurui.
Semoga bermanfaat ya ;)



Salam
@aarinarin

Kamis, 17 April 2014

Kontroversi Ujian Nasional 2014

Haiho readers sebulan sudah kita tak bersua.
Ada yang kangen?
Pasti nggak deh :(
Hahaha.......

Wiiiih judul postingnya garang ya? Sebenarnya sih, iseng aja. Daripada garing nungguin STAND UP COMEDY INDONESIA SEASON 4 malam ini, ya udah deh nulis-nulis aja. Lagian juga udah lama nggak mampir di 'rumah' ini. Hihihi.


~~~

Ujian Nasional bagi siswa/i SMA di Indonesia memang sudah berakhir (yang negeri sih udah kelar kemarin, cuma 3 hari. Klo yang lain saya nggak tahu), dan sebagai alumni yang baik *cieileh* saya juga ikut memantau perkembangan ujian adik-adik saya ini (yang lebih tepatnya disebut teman-teman).
Nah, agak terkejut sih sebenarnya pas liat-liat berita tentang ujian - yang mondar-mandir di twitter - kebanyakan sih beritanya ttg keluhan peserta ujian terhadap soal-soal yang katanya berstandar Internasional itu. Begitu mendengar kata Berstandar Internasional yang ada di bayangan saya itu soal-soal yang 11:12 dgn soal olimpiade. Ya, tapi setidaknya klo soal Olimpiade nggak ada angkanya (utk yg hitungan) di UN masih disertai angka.

Berbagai tanggapan pun mengalir dan kebanyakan dari para peserta Ujian. Saya juga sempat liat gitu di twitter, banyak peserta ujian yg justru berani nge-mention Menteri Pendidikan utk mengeluarkan unek-unek nya. Wiiih hebat. Saya aja nggk berani, makanya saya hanya beropini di blog ini. Hehehe.

Klo diliat-liat memang pelaksanaan UN ini sering terjadi beberapa kendala, seperti misalnya keterlambatan pendistribusian, naskah soal yg kurang lengkap, kualitas kertas, serta sistem yang senantiasa berubah. Dan itu benar-benar terasa di tahun angkatan saya. Pelaksanaan Ujian yg tdk serempak, kualitas kertas yg krg bagus, dn utk PERTAMA KALINYA ujian nasional menggunakan 20 paket dan BARCODE. Ya walaupun masih ada untungnya karena standar soalnya bisa-biasa aja. Nggk standar Internasional.

Dari situ, saya teramat bersyukur karena Alhamdulillahnya saya mengikuti Ujian Nasional di tahun 2013. Yang sejatinya harus Saya ikuti di tahun ini (2014). Dalam hati saya berkata, "Ada untungnya ikut CI". Uyeeeee Yipppie \m/.

Ngomongin sistem yang berubah, angkatan saya (2013 maupun 2014) memang angkatan yg menjadi pelopor perubahan sistem dalam UN. Saat SD (tahun 2008) Angkatan saya pertama kalinya melaksanakan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) walaupun saat itu kelulusan masih ditentukan oleh Sekolah. Selanjutnya saat SMP (tahun 2011) Angkatan saya utk pertama kalinya melaksanakan ujian dgn 5 paket dan dgn sistem 40% 60%. Ini menurut saya sih bagus, karena nilai sekolah pun msh jd penentu utk kelulusan. Dan saat SMA (tahun 2013) Angkatan saya yg sdh saya bilang di atas ujian 20 paket menggunakan barcode. Dan tahun ini Angkatan 2014, teman-teman saya melaksanakan ujian 20 paket menggunakan barcode, dgn soal berstandar Internasional.
Dan ditambah lagi tahun ini adalah tahun politik, yg menurut saya, hal sekecil apapun sgtlah sensitif apalagi yg menyinggung politik. Dan semoga pendidikan kita tdk terkena dampak politisasi,
Hmmm....

Selain itu hampir setiap tahun, ada aja berita yg mengungkapkan sebaiknya Ujian Nasional itu ditiadakan, karena... bla bla bla.
Nah, ini opini saya pribadi sih. UJIAN ITU BAGAIMANA PUN HARUS ADA. Karena kesel aja klo liat adik-adik kelas nggk ada ujian, iri gitu. Hahaha. Nggak deh ini bercanda.

Ujian harus ada karena utk kenaikan kelas atau tingkat kita memang memerlukan ujian. Nggak usah jauh-jauh deh, dalam kehidupan kita pribadi aja, pasti kita senantiasa diberikan ujian kan oleh Yang Maha Kuasa? Tujuannya utk apa coba? Ya, semua itu dilakukan utk kenaikan kelas kehidupan kita. Apakah kita sudah pantas atau belum utk melangkah ke tahap kehidupan selanjutnya. Logikanya ya, klo dalam hidup aja kita perlu diuji, apalagi dalam persoalan pendidikan. Para pengevaluasi (dalam hal ini guru, pemerintah, dll yang berhubungan dgn pendidikan) perlu mengetahui sebatas mana kita sudah memahami segala pelajaran yg sdh diberikan. Hingga nanti saat masanya tiba kita bs mengaplikasikan ilmu-ilmu itu utk kemaslahatan umat.

Terlebih saat ini kita memasuki yang namanya Zaman Globalisasi, klo kita kalah saing ya udah deh, selamanya kita nggak akan pernah memimpin dunia ini. Emangnya mau lihat Indonesia 'dijajah' lagi? Ya, walaupun penjajahannya bkn secara fisik tp secara IPTEK. Jadi mgkn maksud pemerintah utk menerapkan soal berstandar Internasional, ya karena alasan itu. Mgkn dgn selalu adanya inovasi-inovasi terbaru mengenai standar dan sistem ujian Indonesia semakin tahun semakin memiliki bibit-bibit yg dapat membangun Indonesia ke arah yg lbh baik. INGAT KAWAN, PERUBAHAN INDONESIA ADA DI TANGAN KITA, PARA PEMUDA-PEMUDI BANGSA.

Apakah UN ini salah?
Nggak, UN nggak salah.
Mungkin para siswa dan guru-guru serta sekolah mereka yg salah?
Tidak, mereka tidak salah.
Lalu, apakah pemerintah yg salah?
Pemerintah tidak salah, mereka jg ingin memberikan yg terbaik.
Kemudian, siapa yg salah?

Selama ini saya selalu berfikir bahwa mungkin sistem dan teknisnya yg salah *ini hanya opini saja*. Sehingga saya berkesimpulan bahwa hampir sebagian besar penentu kelulusan itu adalah sistem dn teknis yg digunakan. Di mana cara menjawab dibuat sedemikian rupa, jika terjadi kesalahan dlm membulatkan dan menghitamkan jawaban, maka jawaban tdk terbaca scanner. Walaupun apabila memang terjadi hal seperti itu maka LJK akn dikoreksi scr manual. Apalagi skrg ditambah dgn sistem barcode.

Saya termasuk org yg tdk mengambil pusing dgn berapapun jmlh paket yg diberikan. 2,  5, 20. Karena bagi saya itu tdk berpengaruh. Namun, ada yg saya takutkan apabila variasi paket yg ckp bnyk itu membuat kesalahan pd saat pengoreksian. Namun, setelah tahun saya berhasil menyelenggarakan ujian 20 paket, hal ini (mgkn) tdk terbukti, dgn kata lain aman-aman saja.

Selain sistem ada lagi yg mgkn menjadi permasalahan dlm penyelenggaraan UN ini. Kita semua tahu bahwa kualitas pendidikan di Indonesia ini memang blm merata. Jgnkan membandingkan pendidikan antara Sekolah di kota dgn sekolah di desa. Bahkan sesama sekolah di suatu kota saja bisa jadi kualitasnya berbeda. Nah, ini dia yg sebenarnya membuat UN itu menjadi sulit utk dilaksanakan.

Namun, apapun yg terjadi. Doa saya utk angkatan 2014 ini bs lulus 100%. Masalah nilai itu persoalan kedua. Karena - tidak bosan-bosan saya ingatkan bahwa- NILAI KUANTITAS TIDAKLAH MENJAMIN NILAI KUALITAS ORANG TERSEBUT. Maka kejarlah nilai kualitas pribadi kalian setinggi-tingginya. Mengutip kata-katanya Iqbaal personel CJR bahwa "JUJUR TETAP LEBIH BAIK #GOBETTER"

~~

Baiklah, karena jam sdh menunjukkan hampir pukul 22.00 WIB. Itu artinya sudah saatnya menyalakan televisi. Melihat hiburan berkualitas, yang sarat akan pesan moral. Apalagi kalo bukan STAND UP COMEDY INDONESIA KOMPAS TV. Salah satu acara talent show serta acara hiburan favorit saya bgt. Karena penilaian murni dari juri, serta hiburannya jg berkelas.

Ok, pamit undur diri dulu ya. Sampai jumpa di postingan lainnya.
Ini hanya opini saja, nggak lebih. Nggak ada maksud utk menjelek-jelekkan pihak-pihak tertentu apalagi berpihak pada pihak-pihak tertentu. Di sini saya sdh berusah netral. Klo pun media opini saya salah, mohon dimaafkan.

SEMANGAT LASKAR UN 2014 KALIAN PASTI BISA.

~~

Salam
@aarinarin

Senin, 17 Februari 2014

Hargai Dirimu

Kali ini gue nggak mau banyak basa-basi. Jujur aja, posting ini dibuat dalam keadaan yang bisa dibilang kurang baik. Dan untuk menetralisasikannya gue inisiatif buat bikin posting ini. Terkesan agak sok gaul, karena biasanya juga pakai saya dan sekarang pakai gue. Bukan karena apa-apa, ya cuma lagi pengen aja.

Sesuai dengan judul posting kali ini "HARGAI DIRIMU".
Kalo kita perhatikan mungkin banyak yang nggak sadar kalo selama ini kita belum dapat menghargai diri kita dengan sebaik-baiknya. Padahal Tuhan telah menciptakan manusia dengan bentuk sebaik-baiknya.
Merasa belum puas dengan yang dimiliki menurut gue merupakan satu diantara sikap yang belum menghargai diri sendiri.

Para pelajar, mahasiswa/i pasti sering mendengar keluhan teman-temannya yang nggak puas dengan hasil mereka (re: nilai). Walaupun udah dapat nilai perfect masih aja ngeluh. Menurut kalian kalo ketemu teman yang kayak gini enaknya diapain?
Mungkin ada yg jawab, wajar aja dan mereka memaklumi. Pasti ini termasuk golongan orang-orang yang peduli nilai (bisa jadi, obsesi nilai). Mungkin juga ada yang jawab, kelewatan, nggak pandai bersyukur. Golongan ini mungkin tipikal orang yang mendapat nilai pas-pasan aja senangnya udah nggak nanggung.

Oke, fine. No problem. Setiap orang punya pendapat masing-masing. Punya cara masing-masing untuk menghadapi masalah. Ada yang santai aja, padahal masalahnya gede banget. Ada yang heboh, padahal masalahnya jauh dari kata besar, dan sangat kecil.

Buat elo-elo yang mungkin kurang menghargai diri kalian. Masih merutuki diri padahal hasil yang didapat bisa dibilang baik. Gue cuma mau pesan aja. Nggak masalah kalo lo mau galau, marah, kecewa, dll. Tapi ingat, cukup hari ini aja. Cukup hari ini lo kesel dan bete. Lo semua harus ingat, bahwa 1 detik dari sekarang, yang lo lalui saat ini, nggk lebih hanya serpihan masa lalu. So, saat matahari terbit besok, lo semua harus pastikan bahwa, segala kegalauan yang lo punya kemarin udah habis dan lo tinggalin di masa lalu lo.

Ada satu lagi yang penting. Hargai juga proses yang lo semua lakuin. Sekali lagi ingat, bahwa hasil di atas kertas yang lo dapat nggak lebih dari deretan angka dan mungkin juga huruf. Berpengaruh buat masa depan, tapi tidak untuk selamanya.
Elo mulia kalo hasil "pas-pasan" yang lo dapat dari hasil perjuangan susah payah tanpa bentuk kecurangan. Lo mulia dan beruntung kalo kerja keras tanpa curang yang lo lakuin berbuah hasil "sempurna" (memuaskan). Lo nggak berharga kalo hasil sempurna yang lo dapat dari tindakan kriminal (re: curang). Dan lo sama sekali nggak ada harganya kalo udah curang hasil yang didapat juga buruk :v

Well, ini cuma sedikit pelampiasan gue aja. Mungkin suatu saat gue bakal nyesel karna udah buat posting gaje kayak gini. Udah marah-marah nggk jelas di TL. Kalo lo mau bilang gue lebay, it's okay. No problem. Tapi, kalo gue kutip kata-kata papa bahwa di dunia ini nggak ada suatu yang sia-sia. Gue berharap posting ini dan yang terjadi sama gue hari ini juga bukan suatu yang sia-sia.

Tuhan mungkin memang belum mau ngasih kesempatan ini buat kita, bukan karna kita nggak pantas. Hanya saja kita lagi dipersiapkan untuk suatu kesempatan lain yang lebih pantas dan pas untuk kita. *Berasa om Mario Teguh deh gue :D*

~salam @karina_sakti

Minggu, 02 Februari 2014

Catatan Akhir SMA: Jangan Salah Langkah

Hai 2014.
Hai All readers. Masih ada yg nungguin post dari saya? Hehehe *ngarep.

Kali ini kita akan bahas ttg berita yg lagi hot ni. Udh gitu setiap tahun lagi tuh hotnya. Wkwk. Apalagi kalo bukan UAN, dn seleksi msk perguruan tinggi. Nah, utk posting kali ini kita bahas yg seleksi msk PT dulu yuk. Soalnya saya dgr" bntr lagi udh mau pendftrn lwt SNMPTN kn?

Bukan bermaksud menggurui atau menasihati hanya sekedar ingin berbagi, namanya jg alumni. Pastinya udh lbh berpengalaman *jiaileh.

Well, check this out ;)

Masa akhir SMA itu memang termasuk satu dari sekian byk masa yg menggalaukan.
Knp menggalaukan? Ya karna setelah tamat SMA kita harus memilih jalan selanjutnya utk kita lalui.
Kata mama papa sih stlh tamat SMA itu kita dihadapi pd 3 pilihan.
1. Kuliah.
2. Kerja.
3. Cr jodoh *you know what i mean lah*

Haha yg ketiga sih intermezo aja, walaupun kenyataannya memang ada.

Yg akan kita bahas adlh pilihan pertama, yaitu lanjut kuliah.
Apa" aja sih yg perlu dipertimbangin utk masuk tahap ini.
1. Jurusan yang mau diambil
2. Tempat kuliahnya
Ini ni 2 hal utama klo teman semua nggak mau slh dlm mengambil keputusan.
Sesuaikan minat dn bakat teman" dgn jurusan yg akan diambil. Toh, klo emg ada beberapa jurusan nggak masalah kok. Itu artinya klo rencana A nya nggk brhsl kn msh ada rencana B.

Pikirkan benar" jurusan mana yg teman inginkan. Jgn hanya karna ikutan teman, gengsi, atau asal pilih yg ptg lulus aja. JANGAN! Karna klo sampai teman lolos di jurusan yg seperti itu percuma, teman mgkn nantinya hanya akan menjalani kuliah dgn setengah hati. Jadi, walaupun nantinya diterima di pilihan terakhir, nggk ada yg namanya nyesal, terpaksa, atau apa lah.

Dalam memilih jurusan nggk hanya minat dn bakat yg jd pertimbangan, tp juga prospek ke depannya. Gimana peluang pekerjaannya. Klo udh lulus kuliah tentunya pada mau kerja kan? Kecuali klo ada yg mikirnya msh primitif, nggak tau jg deh.  Dlm mencari peluang kerja, klo bisa lihat relasi dari jurusan itu ke pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Setelah pertimbangin jurusan yg bakal teman pilih, selanjutnya adalah kampusnya. Baik itu PTN atau PTS.
Memilih PT ini bisa dilihat dr tempatnya, enak atau nggak. Suasananya, enak atau nggak. Akreditasinya, tinggi atau nggak. Atau mgkn juga dilihat dari penerimaan mahasiswa barunya. Klo yg memilih PT di luar kota, mgkn jg hrs memperhatikan tmpt tinggal nanti slm kuliah. Mobilitas dr tmpt tinggal ke kampus. Keadaan kota tmpt PT itu, rajin kena bencana atau nggak, tingkat kriminalitas tinggi atau tidak, dlsb.
Tp mslh kota ini sh bukan pertimbangan yg utama ya, hanya tambahan aja. Yg namanya bencana dn kriminalitas itu nggk kenal kota kecil, kota besar, kabupaten, desa, dsb.

Itu dia dua hal utama yg harus dipertimbangkan. Igt ya jgn sampai salah. Jurusan dulu baru PT nya. Karna yg akan membawamu ke kesuksesan itu bukan PT nya tapi jurusannya. Mengutip kalimat teman saya, suci, "klo udh kerja nantinya nggak ada tu yg bkl nanya kamu dokter dari univ A atau univ B." Nah, kesimpulannya klo kita udh terjun ke dunia kerja org nggak akan menilai kita dr univ yg kita masukin tp dr kinerja kita, yg bisa dblg jg jurusan yg kita pilih. Di dunia kerja nggk ada tu istilahnya pengacara univ A atau B. Insinyur univ A atau B. Yg ptg kualitas kerjanya.

Nah, setelah dua hal utama tadi. Restu orang tua dn keluarga juga penting. Karna restu dn doa merekalah teman" nantinya akan meraih kesuksesan.

Hal yg harus dipertimbangin udah, skrg kita ke hal-hal yg hrs dihindari.

1. Gengsi
Nggak ada gunanya kita kuliah atas nama gengsi. Makan tu gengsi. Biasanya ni ya ada yg milih jurusan krna gengsi di masyarakat itu tinggi. Klo disesuaikan dgn kemampuannya sih nggk apa. Yg jd masalah itu klo nggak ada kemampuannya. Mau jadi apa coba nantinya?
Blm lagi klo ada yg milih PT krna gengsi, krn PT itu terkenal, favorit, dsb. Klo sesuai dgn jurusan yg diinginkan sih nggk mslh. Yg jd mslh, memilih jurusan krn univ nya. Terserah deh masuk di jurusan mana, asal univ/PT nya yg itu. Nah, ini kan sebenarnya sebuah kesalahan. Dgn kata lain, teman" blm memiliki pandangan hidup yg jelas. Mau jd apa nantinya tergantung lulus di jurusan mana. Iya kalo bisa ngejalaninya sepenuh hati, klo cuma setengah"? Nggak tau juga deh.
Quote dr papa, Gengsi Tidak Akan Menyukseskan Seseorang, Tapi Kesuksesan Akan Menjadikan Seseorang Bergengsi.

2. Biaya.
Teman jgn takut dgn mslh biaya. Bukannya pemerintah sdh menyediakan byk beasiswa kan? Nggk hanya beasiswa dr pemerintah, biasanya PT jg menyediakan beasiswa. Selain beasiswa mgkn teman" bisa sambil kerja paruh waktu. Yg penting ada niat aja. Itu kunci utama. Klo niat aja udh nggk ada. Ya semuanya akan terasa berat buat dijalani. Doa juga jgn lupa, biar diberi kemudahan.

3. Maruk cadangan
Nah ini ni. Biasanya krn takut nggk keterima, jadinya deh lomba" ikutan tes. Yg mana ada buka pendaftaran, ikut. Cadangan ckp 1 aja. Dn ttp hrs sesuai dgn yg diinginkan. Jgn kebanyakan. Selain nggk efisien, nantinya malah semakin menggalaukan dlm memilih. Pemain bola aja cadangannya nggk prnh sampai 11 -_- *CMIIW.

Nah, saya rasa cukup ini aja. Tips tips yg saya berikan. Bagaimanapun juga ini semua ada pengaruh subjektifnya. Jd ya silahkan readers memilih gmn baiknya. Saya cuma kasih sedikit pandangan saya saja.
Klo ada yg kurang berkenan ya mohon dimaafkan. Ambil yg baiknya aja, yang jelek di buang jauh-jauh.

Buat yg bntr lagi akan ikut SNMPTN semoga sukses. Ingat jgn sampai salah pilih. Klo nantinya nggk lolos SNMPTN ya jgn terlalu dipikirkan. Anggap aja teman" itu ikut undian berhadiah. Perjuangan yg nyata itu ada di SBMPTN. Buat yg lolos SNMPTN nya jgn sombong. Rangkul teman"nya yg blm bs lolos.

Dlm masa" seperti ini wajar klo masih galau. Cita-cita masih bisa berubah-ubah. Cari-cari info ttg jurusan dn PT yg lbh giat, biar semakin mantap dgn pilihan yg udh dipilih. Dn buat yg masih blm tau mau ke mana, bisa jadi bhn pertimbangan. Tp jgn sampai melupakan satu hal yg paling penting ya. Apalagi klo bkn UAN :O.
UAN itu gerbangnya menuju Perkuliahan ;).

Last quote, Sebaik-baiknya Rencana B, Masih Lebih Indah Rencana A. Seindah-indahnya Rencana A, Masih Lebih Sempurna Rencana Yang Maha Kuasa.


~salam @karina_sakti